Memilih Pemimpin

Oleh: Masykur H Mansyur.

Al-Qur’an mengatakan bahwa syarat menjadi pemimpin yaitu seorang calon pemimpin memiliki kapasitas ilmu yang memadai untuk mengelola kemaslahatan publik. Sebentar lagi bangsa Indonesia akan memilih pemimpin daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Insya Allah masyarakat Indonesia akan memilih pemimpin yaitu Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota secara serentak pada hari Rabu tanggal 9 Desember tahun 2015 ini.

Dalam menghadapi pemilihan pemimpin tersebut ada baiknya memperhatikan firman Allah SWT dalam surah al-Baqarah 2 : [247]

وَقَالَ لَهُمۡ نَبِيُّهُمۡ إِنَّ ٱللَّهَ قَدۡ بَعَثَ لَكُمۡ طَالُوتَ مَلِكٗاۚ قَالُوٓاْ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ ٱلۡمُلۡكُ عَلَيۡنَا وَنَحۡنُ أَحَقُّ بِٱلۡمُلۡكِ مِنۡهُ وَلَمۡ يُؤۡتَ سَعَةٗ مِّنَ ٱلۡمَالِۚ قَالَ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰهُ عَلَيۡكُمۡ وَزَادَهُۥ بَسۡطَةٗ فِي ٱلۡعِلۡمِ وَٱلۡجِسۡمِۖ وَٱللَّهُ يُؤۡتِي مُلۡكَهُۥ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٞ ٢٤٧

247. Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu". Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa". Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui

Dari ayat ini secara tersirat mengecam kriteria kekayan dan modal finansial untuk menjadikan seorang sebagai pemimpin. Prinsip ini kontras dengan realitas masyarakat yang terjadi, yaitu orang berduit, bukan orang berilmu, yang memiliki kans dipilih oleh rakyat dalam pilpres maupun pilkada dan legislatif.

Berbagai persoalan yang dihadapi oleh pimpin saat ini maupun masa yang akan datang. Menurut hemat kami ada beberapa persoalan moral yang perlu diselesaikan secara simultan, diantaranya.

1. Penegakkan Hukum

Nabi SAW menganjurkan untuk berijtihad, terutama kepada orang yang memutuskan hukum. Karena perkara-perkara yang akan diputuskan itu beribu macam, berbagai ragam, ada yang serupa ada yang berbeda. Pada hal nash (dalil) untuk memutuskan perkara itu dari al-Qur’an dan al-Sunnah, sifatnya terbatas. Tidak sebanyak perkara-perkara yang timbul, sebab itu Nabi bersabda

إذا إجْتَهَدَ الحا كِمُ فأَ صَا بَ فَلَهُ أَجْرَانِ وإذا إجْتَهَدَ فأَخْطَأَ فَلَهُ أجْرٌ

Apabila berijtihad seorang hakim, lalu betul ijtihadnya itu, dia dapat dua pahala. Dan apabila dia berijtihad, tetapi salah, dia dapat satu pahala (HR Bukhari dari Amr bin Ash)

Hamka mengutip Imam Hasan al-Bisri mengatakan tentang tiga perkara yang diletakkan Allah ke atas pundak hakim-hakim.

a. Jangan dijual kebenaran dengan harga yang sedikit

b. Jangan dituruti kehendak nafsu, dan

c. Didalam menegakkan hukum tidak seorangpun yang ditakuti selain Allah.(TAFSIR, AL-AZHAR JILID 6 HLM. 61)

1. Masalaha Korupsi dan IPM

Sebuah jajak pendapat koran nasional terungkap bahwa budaya korupsi, bukan hanya sekedar praktik korupsinya, ternyata menjadi keprihatinan banyak warga bangsa ini. Sebanyak 38,6% responden menyatakan bahwa budaya korupsi adalah ancaman terbesar bangsa ini. Selebihnya mengatakan krisis ekonomi 15,1%, angka pengangguran yang tinggi 10,3% terorisme 9,7% dan konflik antar masa 9,3%

Sedihnya lagi Indonesia berada satu kelas dibawah Negara-negara terbelakang seperti Benin, Bolivia, Gabon, Kosovo dan Salomon Islands yang sama-sama punya skor 2,8 Indeks Presepsi Korupsi (IPK) dunia, dan berada dalam urutan 110 seperti dirilis TII pada 26 Oktober 2010 lalu.

Hal ini pula yang berpotensi besar menurunkan Indeks Pemambangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2010 berada diurutan 108, jauh dibawah Thailand, Malaysia, apalagi Singapura. Dengan tiga indikator penilaian di bidang kesehatan, pendidikan dan tingkat kehidupan yang layak diukur dari pertumbuhan domestik produk perkapita, dugaan sementara kalangan agaknya benar. Ada korelasi positif antara kualitas IPK dan IPM Indonesia yang sama buruknya, terutama jika dilihat praktik korupsi dana pembangunan dari pajak Negara yang masih terus terjadi sehingga tingkat kehidupan yang layak bagi anak bangsa belum terealisasi karena salah sasaran.(baca: Fahmi Salim, Tafsir Sesat 58 Essai Kritis Wacana Islam di Indonesia, Depok: GIP, 2013, hlm, 120.

Informasi (Republika, kamis 29 OKTOBER 2015), menurut wakil ketua KPK Adnan Pandu Praja dalam periode 2001-2009 (kurun 8 tahun) KPK menindak 542 koruptor dengan nilai kerugian Negara mencapai Rp. 73,1 triliun. Pelakunya sebagian besar oknum anggota DPR, DPRD, Kepala lembaga dan kementerian, gubernur, bupati/wali kota dan wakilnya. Serta pejabat eselon I, II dan III. Belum lagi oknum aparat penegak hu kum. Seolah-olah tidak ada lagi entitas yang benar-benar steril dari tindakan korupsi.

2. Masalah Preferensi Alkohol RI

Harian Nasional Republika “Gubernur Tolak Kewenangan Miras”,Selasa 15 September 2015,halaman 1 (satu) menulis,

Kategori usia Peminum yaitu, 3,8% umur 15-24 tahun. 3,3% umur 25-34 tahun.1,7% umur 35-44 tahun 1,5% umur 44-54 tahun. Adapun jenis kelaminnya adalah; 0,2 % laki-laki dan 3,8%% wanita. Dari segi pendidikan sebanyak 3,6 % tamat SMA, 3,3 % tamat SMP, 1,8 % tamat SD dan 1,7 % tamat SMA+. Dilihat dari tempat tinggal sebanyak 2,4 % Perkotaan. 1,6 % Perdesaan. Adapun Jenis minuman yang diminum adalah 38,97% bir, di perkotaan.28,7 %, Wishkey/vodka di perkotaan.28,7% minuman tradisional perdesaan.

Al-Qur’an menyebut alkohol ini adalah khamar atau jenis yang memabukkan.. Khamar menurut Usman bin Affan adalah al-Khamru ummul khaba’is. (khamar itu induk dari segala perbuatan keji).

Al-Qur’an menjelaskan sebagaimana dalam surah al-Baqarah 2 : [219].

۞يَسۡ‍َٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡخَمۡرِ وَٱلۡمَيۡسِرِۖ قُلۡ فِيهِمَآ إِثۡمٞ كَبِيرٞ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ

وَإِثۡمُهُمَآ أَكۡبَرُ مِن نَّفۡعِهِمَاۗ

219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya

Dalam suatu riwayat dari Utsman bin Affan. Disebutkan seorang pemuda dipaksa majikan perempuannya, melakukan salah satu diantara tiga maksiat. Jika tidak dia akan diteriaki dan dihakimi massa. Pilihannya berzina, membunuh anak kecil, atau meminum khamar. Karena terpaksa ia meminum khamar. Ia berpikir khamar adalah dosa paling ringan diantara pilihan lainnya, Lagi pula khamar hanya akan memudaratkan dirinya ketimbang membunuh atau berzina. Namun malang, setelah ia mabuk, iapun berzina kemudian membunuh anak kecil tadi. Disamping itu orang yang minum khamar lalu mabuk tidak diterima shalatnya 40 hari. Bila dia mati masuk neraka. Bila dia tobat, Allah akan mengampuninya. (H.R. Ibnu Majjah).

Menurut Republika, 28 September 2015, Penelitian di Amerika Serikat,70 % dari kasus pembunuhan terjadi karena pelaku dalam keadaan mabuk. Tokoh besar PBNU, KH Malik Madani mengatakan Miras dan Narkoba pembunuh nomor satu bagi manusia.

3. Free Sex dan Narkoba.

Al-Qur’an surah al-Isra:32

وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةٗ وَسَآءَ سَبِيلٗا ٣٢

32. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk

Rasul bersabda: apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri, maka penduduk negeri itu telah menghalalkan turunnya adzab Allah atas mereka sendiri (HR Tabrani dan al-Hakim).

Dalam pandangan Islam, perbuatan zina dapat dikatakan sebagai perbuatan kriminal, dan kejahatan yang sangat serius, sehingga segala hal yang menjurus kearah zina, yang mendekati zina, wajib ditutup.

Karena di mata Islam zina dipandang sebagai kejahatan serius, maka segala hal yang menjurus kepada zina, sudah semestinya tidak diizinkan. Termasuk kebebasan berekspresi yang mempromosikan perbuatan zina. Islam memandang bahwa zina adalah sumber kehancuran masyarakat, sebagaimana dijelaskan oleh al_Qur’an dan Hadits Rasulullah saw. Di masyarakat Indonesia, wadah zina dan pembudayaan prilaku kebebasan seksual di luar nikah sebenarnya sudah sangat menghawatirkan. Hal ini dapat diketahui dengan banyaknya para remaja yang belum menikah melakukan aborsi.

Adian Husaini Ketua Program Studi Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor menulis;

Angka aborsi (pengguguran kandungan), misalnya, tampak fantastis. Tahun 1997, WHO memperkirakan, sekitar 4,2 juta bayi digugurkan di Asia Tenggara. Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan, ketika itu, Khofifah Indar Parawansa, mengutip data Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), dalam tahun 1999-2000, diperkirakan wanita yang melakukan aborsi sebanyak dua juta orang, diantaranya 750.000 remaja yang belum menikah.. Dr. Biran Affandi SpOG, Ketua Umum Perhimpunan Obsetri Ginekologi Indonesia (POGI), menunjuk angka 2,3 juta untuk aborsi di Indonesia per tahun.

Meruyaknya praktik perzinahan juga sama derasnya dengan meruyaknya peredaran narkoba di Indonesia dan berbagai bisnis kemaksiatan lainnya. Menurut Prof. Dr. Dadang Hawari, pemerintah sendiri punya kepentingan, sehingga tidak serius memberantas kejahatan jenis ini. Bisnis narkotik per hari mencapai Rp. 200 milyar, bisnis judi Rp. 500 Milyar, bisnis minuman beralkohol Rp. 4 milyar omset bisnis pelacuran sekitar 11 triliyun per tahun. Ketua Umum Gerakkan Anti Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat memperkirakan, perputaran uang dalam bisnis narkotika di Indonesia mencapai Rp. 24 Triliyun per bulan. Atau Rp. 800 milyar per hari. Dr. Boyke Dian Nugraha mengakui, budaya free sex ada hubungannya dengan penyebaran niali-nilai Barat yang serba permisif.. (Adian Husaini, Wajah Peradaban Barat Dari Hegemoni Kristen Ke Dominasi Sekuler-Liberal, Gema Insani: Jakarta, Cet II, 2014, hlm, 25-26.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s